4 Syarat-syarat Agar Taubat Kita Diterima Oleh Allah. Mohon Sebarkan

Tiap manusia tentu sempat melaksanakan kesalahan, tidak terkecuali seseorang nabi utusan allah nabi adam sempat melaksanakan kesalahan, melanggar larangan allah memakan buah khuldi, kecuali rasulullah saw dia bebas dari dosa.

kita yang cuma manusia biasa, sering – kali mulut salah berdialog, mata salah memandang, hati salah menebak, tangan salah mengambil hak teman , kaki salah melangkah ketempat maksiat.

dengan demikian sudah sepantasnyalah kita bertaubat kepada allah swt, dan juga meminta ampunannya.

karna allah maha pengampun, tidak terdapat dosa yang tidak diampuni untuk orang yang dikehendakinya, hingga tugas kita bila melaksanakan dosa hingga bertaubatlah, sebagaimana firmannya:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

“dan begitu, saya maha pengampun untuk yang bertobat, beriman dan juga berbuat kebajikan, setelah itu senantiasa dalam petunjuk. ” (qs. thaha : 82)

tetapi demikian masalah taubat itu terdapat aturannya, karna terdapat orang yang hari ini bertaubat, kemudian dilain hari dia melaksanakan kesalahan yang sama, hingga rasulullah membagikan tuntunan supaya taubat kita diterima oleh allah swt.

nabi muhammad bersabda, “sesungguhnya allah membentangkan tangan – nya di malam hari buat menerima taubat hamba yang berdosa di siang hari. dan juga allah membentangkan tangan – nya di siang hari buat menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, hingga matahari terbit dari barat” (hr. muslim)

ketentuan – syarat diterimanya taubat itu antara lain merupakan bagaikan berikut:

1. lekas menghentikan dosa yang terlanjur dilakukan

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“… begitu, allah menggemari orang yang tobat dan juga menggemari orang yang menyucikan diri. ” (qs. al – baqarah : 222)

bila kita telah melaksanakan bermacam berbagai dosa, hingga mulai dikala hasrat taubat itu muncul segeralah menghentikan seluruh yang sempat kita jalani.

supaya taubat kita diterima oleh allah swt, karna bila masih aja perbuatan itu dicoba berarti kita belum lagi diucap bagaikan orang yang bertaubat.

2. menyesali dosa yang telah dilakukan
dikala kita telah menghentikan dosa tetapi tanpa menyesalinya hingga percuma karna hendak gampang lagi buat dicoba.

buat itu untuk kita yang sudah bernazar bertaubat lekas hentikan kemudian menangislah meminta ampunan kepada allah dan juga menyesali apa yang telah dicoba pada waktu dulu sekali.

3. istiqomah buat berbeda dari kejelekan jadi baik
istiqamah kita maknai bagaikan senantiasa dalam pendirian dengan tidak melaksanakan lagi perbuatan yang telah lalu.

kemudian senantiasa melangsungkan perintah allah disetiap waktu, shalat yang tidak ditinggalkan, berinfak dicoba, dan juga bermacam kegiatan kebaikan yang lain yang bawa kita betul – betul meninggalkan seluruh dosa yang sempat dicoba.

4. mengembalikan hak teman apabila terdapat yang terdzalimi
mengembalikan hak disini, bermakna luas tidak cuma sebatas mengembalikan benda teman bila sempat mencurinya, hendak namun lebih daripada itu.

bila sempat menyakiti hati dan juga perasaan teman hingga segeralah memohon maaf, bila sempat berhutang hingga lunasilah, bila ikatan tidak baik, hingga perbaikilah.

terpaut terhadap dosa kepada allah hingga lakukanlah permohonan ampun sesering bisa jadi dan juga bertaubat, karna rasulullah saw aja yang ma’sum (manusia yang bebas dari dosa) istigfar (meminta ampunan) lebih dari 70 kali satu hari tadi malam.

demikian informasi tentang syarat – syarat diterimanya taubat kita oleh allah swt, mudah – mudahan allah mengampuni seluruh dosa yang sempat kita jalani.

( sumber: marimembaca. com )

Add Comment